blog, contact

DAFTARKAN SEKOLAH PAKET C/SMA PAKET B/SMP PAKET A/SD

Solusi bagi anda yang bekerja dan ananda yg putus sekolah daftarkan sekolah paket C/SMA paket B/smp paket A/SD  Usia tidak dibatasi, tidak di batasi jarak/ bisa belajar online

hub: 083813960556



http://gesit.sch.id/contact/

https://gesitcyberschool.wordpress.com/

Advertisements
article, blog

Keuntungan belajar Homeschooling Gesit Cyberschool bagi anak?

Apa keuntungan belajar Homeschooling Gesit Cyberschool  bagi anak?

Berikut ini adalah manfaat nya anak  belajar homeschooling  Gesit Cyber School

1. Jadwal Belajar Mengajar Lebih Fleksibel

Pada sekolah formal, jadwal belajarnya sudah ditetapkan. Pada homeschooling Gesit Cyber school, jadwal belajarnya bisa disesuaikan dengan keinginan siswa. Sehingga anak belajar pada waktu yang mendukung. sehingga anak tetap disiplin, siap dan menyambut waktu belajar dengan senang.

Selain itu anak bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Tidak selalu harus duduk di kursi dalam satu ruangan. Anak bisa belajar sambil bermain bahkan bisa belajar di luar ruangan. Dengan media online internet maupun offline.

Benefits Homeschooling Gesit Cyberschool 

2. Terhindar Dari Hal Yang Negatif

Banyaknya kasus  kenakalan remaja dan bullying di sekolah menjadi salah satu alasan orang tua takut dan cemas saat melepaskan anaknya di sekolah-sekolah formal.  Dengan sekolah di rumah, menjadi salah satu solusi terhindar dari hal-hal yang negatif.

Benefits Homeschooling Gesit Cyberschool 

3. Dapat Materi Tambahan Sesuai Hobi Yang Disukai Anak

Di  homeschooling Gesit Cyberschool selain mendapatkan materi umum seperti di sekolah formal (ekstrakulikuler), siswa/i bisa mengembangkan dirinya dengan belajar materi tambahan sesuai dengan minatnya. Contohnya belajar acting, melukis, menari, bermain alat musik, dan juga bernyanyi. Photografi dan Cinematografi.

Benefits Homeschooling Gesit Cyberschool 

4. Kedekatan Orangtua Dan Anak Semakin Terjalin

Anak mendapatkan waktu yang berkualitas bersama orangtuanya di rumah dengan bermain, belajar bahkan saat melakukan kegiatan lainnya di rumah, membuat ikatan keluarga menjadi semakin kuat

Benefits Homeschooling Gesit Cyberschool 

5. Proses Sosialisasi Dan Interaksi

Sosialisasi adalah proses belajar seorang anggota  masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dalam lingkungannya, dan sekolah bukanlah satu-satunya tempat untuk bersosialisasi.

Benefits Homeschooling Gesit Cyberschool 

Di homeschooling Gesit Cyberschool (Gesit Community Learning Center)  anak bisa belajar berinteraksi dan bersosialisasi dengan banyak orang mulai dari umur yang berbeda, latar belakang yang berbeda. Karena bukan hanya orang tua yang menjadi fasilitator tapi juga staff pengajar seperti di tempat les.

Benefits Homeschooling Gesit Cyberschool  – PKBM Wong Sing Gesit

Terimakasih Semoga bermanfaat untuk pendaftaran  hubungi

www.gesit.sch.id.

HP/SMS/WA: 083813960556

 

article

Dasar Hukum Homeschooling Gesit Cyberschool Indonesia

Dasar Hukum Homeschooling Gesit Cyberschool Indonesia

UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • Pasal 31 Ayat (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
  • Ayat (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
    Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:

Pasal 13 Ayat (1):
Jalur Pendidikan terdiri atas formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.

Pasal 26:
Ayat (1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka sepanjang hayat.
Ayat (4) Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
Ayat (6) Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

Dalam hal ini, Pemerintah tidak mengatur standar isi dan proses pelayanan informal kecuali standar penilaian apabila akan disetarakan dengan pendidikan jalur formal dan nonformal sebagaimana yang dinyatakan pada UU No. 20/2003

Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 107/MPN/MS/2006

Setiap orang yang lulus ujian kesetaraan Paket A, Paket B, atau Paket C, masing-masing memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara dengan, berturut-turut, pemegang ijazahSD/MII, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi.
Status kelulusan progam pendidikan setara dengan pendidikan formal dalam memasuki lapangan kerja.
Setiap lembaga diminta mematuhi ketentuan perundang-undangan tersebut di atas agar tidak diindikasikan melanggar hak asasi manusia.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.129 Tahun 2014 tentang ”Sekolah Rumah”

Pasal 1 Ayat (4):
Sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dalam bentuk tunggal, majemuk dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi didik yang unik dapat berkembang maksimal.
Pasal 4 Ayat (1):
Hasil pensisikan Sekolahrumah diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai standar nasional pendidikan.
Pasal 12:
Peserta didik Sekolahrumah dapat mengikuti UN/UNPK pada satuan pendidikan formal atau nonformal yang disetujui atau ditunjuk ole Dinas Pendidikan Kabupaten/kota setempat.

http://gesit.sch.id/

article

Pendaftaran Homeschooling, Pendaftaran Paket A Paket B Paket C Online

PKBM Gesit Indonesia – Pendaftaran Homeschooling, Pendaftaran Paket A Paket B Paket C Online:  Telp/ SMS/ WA: 083813960556
PENDAFTARAN SISWA BARU:
· Telah dibuka pendaftaran untuk Tahun pelajaran 2018 – 2019
· Ujian bulan April 2019
· Belajar setiap Sabtu – Minggu kelas pagi 08.00 -13.00;
· Peserta belajar datang ke tempat anda mendaftar
· Peserta luar kota belajar mandiri, bahan pelajaran kami kirimkan ke tempat anda dan Via Internet/OnLine
· Peserta belajar Mandiri ONLine Via Aplikasi Mobile atau PC
Kami masih menerima pendaftaran peserta ujian sampai hari ini. Silahkan mendaftar secepatnya (hari libur pendaftaran buka).
(Izin Penyelenggaraan PKBM Wong Sing Gesit) klik disini
(Sertifikat NPSN PKBM Wong Sing Gesit) klik disini
SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
– Usia Peserta tidak dibatasi (BEBAS USIA).
KEJAR PAKET A (SD)
(*) Mengisi Formulir Pendaftaran di tempat pendaftaran atau (Daftar Online disini)
(*) 5 lembar fotocopy Akte Kelahiran.
(*) Foto Ukuran 3×4 (10 buah). Foto berwarna dengan background merah dan mengenakan kemeja putih (bukan kaos). Foto akan digunakan untuk ijazah. Tulis nama di belakang foto.
(*) Sudah dapat membaca dan menulis dan berhitung (CALISTUNG).
(*) Peserta boleh dari seluruh Indonesia atau luar negeri.
KEJAR PAKET B (SMP)
(*) Mengisi Formulir Pendaftaran di tempat pendaftaran atau (Daftar Online disini)
(*) 5 lembar fotocopy ijazah SD (Legalisir).
(*) Foto Ukuran 3×4 (10 buah). Foto berwarna dengan background merah dan mengenakan kemeja putih (bukan kaos). Foto akan digunakan untuk ijazah. Tulis nama di belakang foto.
(*) Peserta boleh dari seluruh Indonesia atau luar negeri.
KEJAR PAKET C (SMA IPA SMA IPS)
(*) Mengisi Formulir Pendaftaran di tempat pendaftaran atau (Daftar Online disini)
(*) 5 lembar fotocopy ijazah SMP (Legalisir).
(*) Foto Ukuran 3×4 (10 buah). Foto berwarna dengan background merah dan mengenakan kemeja putih (bukan kaos). Foto akan digunakan untuk ijazah. Tulis nama di belakang foto.
(*) Peserta boleh dari seluruh Indonesia atau luar negeri.
CARA PENDAFTARAN
Cara OnLine mendaftar Langsung di web ini… http://gesit.sch.id/registration/
Cara I: Cara pendaftaran (Email)
· Cetak formulir yang anda download kemudian diisi dan di SCAN dan kirimkan ke Email pkbmgesit@gmail.com
· Scan juga ijazah dan foto dan kirimkan ke pkbmgesit@gmail.com
Cara II: Cara pendaftaran (POS)
· Cetak formulir yang anda download kemudian diisi dan kirimkan beserta syarat-syarat pendaftaran yang diperlukan melalui TIKI/POS
· ke alamat pendaftaran
Cara III: Cara pendaftaran (Datang langsung)
· Datang langsung atau boleh diwakilkan dengan membawa syarat-syarat pendaftaran ke alamat pendaftaran.
WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
(*) Pendaftaran dibuka setiap hari.
(*) Jam buka pendaftaran 08.00 s/d 16.00.
BIAYA PENDAFTARAN
Untuk Biaya pendaftaran dapat di Transfer Via Bank atau datang Langsung
Tempat pendaftaran   di:
Alamat Gesit Homeschooling CyberschoolGesit Cyber SchooL 

Menara 165 Lantai 4
Telpon No : +62 21 50812001

Jl. TB Simatupang Kav. 1 Cilandak,
Jakarta Selatan – Indonesia
Pos Code 12560.

Fax No : +62 21 50812003
email : pkbmgesit@gmail.com
website: www.gesit.sch.id

atau datang ke tempat belajar di:

Telepon / SMS/ WA: 083813960556

www.gesit.sch.id

pkbmGesit Tangsel Indonesi
article

Apakah Sebenarnya Homeschooling ?

Di Amerika Serikat (AS) dan di dunia, Homeschooling   sudah lama berkembang. Homeschooling  terdiri dari tiga jenis.

Pertama, Homeschooling  tunggal. Ini penggiatnya adalah satu keluarga. Kemudian Homeschooling majemuk terdiri dari dua keluarga, dan terakhir

Homeschooling komunitas. Komunitas ini dibentuk dengan metode pembelajarannya secara tutorial. HS tunggal dilakukan di rumah. HS itu adalah bagaimana proses kegiatan belajar, di mana pun, kapan pun, dan dengan siapa saja.

Bagaimana sistemnya? Maksudnya, jika saya sebagai orang tua ingin memasukkan anak ke HS, apakah saya harus berhubungan dengan Anda lalu apakah Anda mendesain kurikulum dan sistem sekolah sendiri atau kita dilibatkan?

Itu berarti masuk ke Homeschooling  komunitas. Homeschooling  Komunitas adalah beberapa keluarga memberikan kepercayaannya untuk mendidik anak-anaknya ke dalam HS. Proses pembelajarannya melalui tutorial.  Salah satunya Community Learning Center Gesit Cyberschool

Kita mempunyai tim yang namanya Badan Tutorial. Mereka terdiri dari lulusan berbagai jenis profesi pendidikan. Mereka melaksanakan, misalnya, pertemuan tiga kali dalam satu minggu. Ada paket A setara dengan Sekolah Dasar (SD), paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA). Jadi kunjungannya adalah kunjungan ke komunitas. Bila keluarga atau peserta didik kekurangan informasi akademisnya maka mereka bisa memanggil gurunya ke suatu tempat. Kalau di sekolah formal kita melihat kelas satu berada di dalam satu ruangan, kelas dua di ruang lain dengan materi pelajaran yang berbeda.

Kita memberikan masing-masing peserta didik kebebasan dalam memilih pembelajaran tapi tidak terlepas dari kurikulum. Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum Nasional yaitu KTSP atau kurikulum 2013.

Jadi tetap ada acuannya karena nanti di ujung dari proses pendidikan Homeschooling  ada ujian kesetaraan. Kalau di pendidikan formal itu Ujian Nasional (UN), sedangkan di pendidikan non formal komunitas ini ada ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) atau komunitas yang sudah mendapatkan legalitas untuk bisa menyelenggarakan ujian tersendiri.

Dalam hal ini ada yang sudah bosan di kelas dua atau tidak nyaman di pendidikan formal, dia dapat pindah ke kelas tiga di HS. Itu tidak masalah karena berdasarkan prinsip Diknas untuk ini adalah multi entry and multi exit atau mudah untuk masuk dan mudah untuk keluar. Legalitasnya pun sudah dijamin oleh pemerintah. Dalam Undang-Undang (UU) No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan kesetaraan adalah program pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan umum setara SD, SMP, maupun SMA.

Homeschooling  ini metode pembelajarannya tematik dan konseptual serta aplikatif. Misalnya untuk tingkatan SD, dalam mempelajari alat transportasi maka mereka bisa pergi langsung naik alat transportasi. Misalnya, naik metro mini. Di metro mini ada sopir, kondektur, dan kita harus membayar. Jadi di HS kesempatan untuk mengenal langsung alat transportasi cukup besar. Lalu mereka turun dan naik busway dengan harus beli tiket dulu, antri. Itu terekam sekali di otak anak-anak. Setelah itu, besoknya kita memberikan paparan mengenai alat transportasi. Kita coba tes ke anak-anak dan mereka bisa menulis mengenai alat transportasi berlembar-lembar.

Jadi itu salah satu  keunggulan Homeschooling

Ya, karena proses belajarnya tematik dan aplikatif. Contoh lain, kita ajak mereka untuk belajar menanam. Kita ajak ke ahlinya seperti ke Ciawi sekalian outbond. Mereka belajar cara menanam. Besoknya kita coba evaluasi dan mereka begitu antusias sehingga bisa menulis berlembar-lembar. Jadi benar-benar aplikatif. Kalau secara keseharian , orang tua bisa mengajarkan dari dia bangun tidur dan kapan dia mau belajar. Jadi belajar bukan sebagai kewajiban tapi kebutuhan bagi anak-anak.

Jadi dalam hal ini orang tua terjun langsung?

Iya, terjun langsung. Kalau misalnya kekurangan informasi mengenai akademis, mereka bisa panggil tutor. Mereka mau tahu tentang bahasa Inggris maka mereka bisa ambil kursus. Jadi waktunya bisa lebih banyak, dan belajar sangat menyenangkan buat mereka karena memang didasari oleh kebutuhan.

Ini harus dilihat dari kondisi orang tuanya. Kalau kedua orang tua bekerja, tapi menginginkan anaknya untuk HS mungkin lebih tepat ke HS komunitas. Sedangkan untuk HS tunggal agak susah karena orangtua harus full. Jadi untuk komunitas itu sifatnya tutorial, dan hadir di kegiatan komunitas. Pendidikan bukan hanya soal kita menambah pengetahuan atau ilmu di segala macam bidang, namun ada hal yang perlu juga seperti interaksi dengan kawan-kawan lainnya.

Bagaimana sosialisasi pada murid Homeschooling ?

Saya melihat sosialisasi anak-anak Homeschooling  begitu terjaga. Kita mengajak mereka ke pasar. Kita perkenalkan juga kepada anak-anak pasar. Kita tanya, “Apakah kamu bersekolah atau tidak? Apa kegiatan kamu?”. Lalu kita bawa juga mereka ke alam terbuka dan ke rumah singgah. Kalau lingkungan untuk pendidikan formal mungkin ada keterbatasannya. Temannya hanya itu-itu saja. Besok ketemu si A dan besoknya ketemu si A lagi karena satu lingkup sekolah. Sosialisasi di Homeschooling  juga cukup efektif karena mereka bisa lebih banyak waktunya untuk berhubungan lewat internet. Mereka bisa lebih banyak ada kesempatan untuk pergi ke luar. Jadi mengenai sosialisasi tidak ada masalah. Yang paling penting juga adalah kita memberikan kemandirian, yaitu dalam belajar dan mengambil keputusan. Kita juga memberikan wawasan mengenai kewirausahaan. Jadi sejak dini mereka sudah dilatih untuk bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain.

Berapa banyak peserta didik home schooling saat ini di Indonesia ?

Banyak. Home schooler yang terdata di Jakarta ada 1.500-an belum di daerah Indonesia lainnya.

Apakah di komunitas belajarnya setiap hari ?

Belajar di komunitas satu minggu dua kali sebanyak tiga jam untuk masing-masing pertemuan. Kita mengarahkan supaya mereka nanti banyak belajar di rumah dan di lingkungan yang mereka mau belajar.

Bagaimana dengan sertifikat atau ijazah kelulusan untuk HS karena biasanya kita mau tidak mau harus memiliki itu untuk mendapatkan akreditasi dan segala macamnya. Apakah legalitas itu sudah ada dari Diknas?

Diknas sangat memperhatikan sekali pendidikan alternatif. Kini sudah ada Direktorat Pendidikan Kesetaraan. Itu adalah pecahan dari Sub Direktorat Pendidikan Masyarakat untuk merespons HS, dan banyaknya kekecewaan terhadap Ujian Nasional (UN). Orang tidak perlu khawatir untuk mendapatkan ijazah kesetaraan. Di SD ada ijazah kesetaraan untuk tingkat SD. Orang bisa ikut ujian kesetaraan dan jika lulus akan mendapatkan ijazah Kesetaraan SD, lalu SMP dan SMA juga ada. Ini bisa diterima oleh berbagai sekolah dan universitas. Jadi sudah dilegalitas oleh pemerintah.

Dalam hal ini memang ada kelemahannya di HS, yaitu tidak ada kompetisi atau bersaing. Tapi keunggulannya yang paling dominan adalah dengan terbatasnya jumlah peserta didik maka tutor bisa langsung fokus pada potensi masing-masing anak peserta didik. Di HS ada yang ingin jadi penyanyi, maka dia merasa tidak perlu untuk belajar kimia dan fisika. Kita mengarahkan sesuai dengan bakat dan potensi peserta didik masing-masing.

Sejak kapan HS ada di Indonesia dan apakah ada kisah sukses orang-orang yang ikut HS karena di masyarakat dia mendapatkan sertifikasi hampir sama dengan orang-orang yang sekolah formal?

Mungkin kita bisa melihat pada Ki Hajar Dewantoro. Jika saya melihat dari sejarah Ki Hajar Dewantor, tidak ada anak-anaknya mengikuti sekolah Belanda. Mereka HS. Lalu Ketua BEM UI sekarang dia ikut Homeschooling  juga. Kalau di luar negeri yaitu Bill Gates dan Thomas Alfa Edison. Kalau saya membaca sejarahnya, mereka tidak belajar di sekolah formal. Malah mereka banyak sekali melakukan eksperimen di rumahnya. Ini untuk memperkuat supaya kita tidak khawatir. HS sama dengan sekolah formal pada umumnya.